Rodjo 02, salah satu kafe yang berada di daerah Sudimoro ini menawarkan para customer sebuah tempat nyaman untuk sekedar nongkrong atau juga mengerjakan tugas. Berbeda dengan Rodjo 02, Rodjo 01 terletak di daerah Lowokwaru yang dekat dengan Bakso Presiden. Konsep yang lebih unik diusung oleh Rodjo 01 karena letaknya yang dekat dengan rel kereta api, customer bisa memiliki experience ngopi yang seru karena adanya kereta yang lewat dimana customer bisa melihat secara langsung.

“Konsep yang berbeda kami usung pada Rodjo 01 dan 02. Rodjo 01 terletak di dekat rel, sehingga experience ngopi yang seru ingin kami tonjolkan. Kalau Rodjo 2.0 lebih membawa ke suasana yang santai dan mendukung untuk nongkrong maupun bekerja”, jelas Hasan, PIC dari Rodjo 2.0

Rodjo 2.0 hadir di Sudimoro pasca pandemi berlangsung, tepatnya pada 2022. Secara tempat, Rodjo 2.0 menyediakan space yang lebih luas bagi customer. Selain itu, pemilihan lokasi yakni Sudimoro bukan tanpa alasan. Gelar “distrik perkopian” yang melekat menjadikan kawasan Sudimoro lebih mudah dijangkau oleh banyak mahasiswa atau anak muda yang fokus untuk mengerjakan tugas atau bekerja. Menawarkan tempat yang nyaman saja tidak cukup mengingat saat ini banyak kafe yang juga menawarkan hal yang sama. Salah satu keunikan yang tetap diusung Rodjo 2.0 adalah dengan tetap mempertahankan signature menu seperti manual brew yang saat ini semakin jarang tersedia di kafe-kafe lain. Semakin hari, Rodjo 02 menyadari bahwa selera customer sangatlah berbeda. Walau manual brew kini tak lagi menjadi menu yang digemari tetapi manual brew tetap memiliki tempat tersendiri di hati customer setia.

“Kami masih mempertahankan signature menu kami, salah satunya adalah manual brew yang tidak menggunakan mesin’, ungkap Hasan.

Selain adanya perubahan selera pada customer, salah satu tantangan yang dihadapi Rodjo adalah banyaknya kafe yang hadir di Kota Malang. Hal tersebut menjadikan Rodjo terus berinovasi dan membangun kedekatan dengan customer yang datang. Semua itu mereka wujudkan melalui hal-hal menyenangkan yang bisa dilakukan bersama-sama di Rodjo 2.0, mulai dari menyelenggarakan kelas seperti make up, tempat berkumpulnya suatu komunitas, mengundang komunitas musik seperti jazz, juga menyelenggarakan nobar bola. Kegiatan itulah yang akhirnya menjalin kedekatan Rodjo 2.0 dengan para customernya sehingga banyak customer reguler yang datang setidaknya seminggu sekali.

Terjalin dengan berbagai pihak membuat Rodjo 2.0 menyadari pentingnya bekerja sama satu sama lain untuk bertahan di gempuran bisnis FnB terutama kafe di Kota Malang. Salah satu yang menjadi concern tersendiri bagi Rodjo 2.0 adalah perihal lingkungan. Itulah yang akhirnya menghantarkan Rodjo 2.0 untuk menjalin hubungan dengan iLitterless Indonesia melalui pemilahan sampah dan treatment 3L (Lipat, Letak,Lepas) pada Kemasan Bekas Minum (KBM) dimulai dari kafe. Hal tersebut menjadi aksi sederhana yang bisa Rodjo 02 lakukan untuk berkontribusi menyelamatkan lingkungan.

“Melakukan treatment 3L (Lipat, Letak,Lepas) ini ngga lama dan ngga susah, jadi tim kami tidak keberatan”, ungkap Hasan.

Alasan yang kuat perihal terjalinnya kolaborasi ini adalah Rodjo 2.0 yang mulai prihatin dengan banyaknya sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dengan melakukan upaya kecil seperti memilah sampah, Rodjo 2.0 ingin memaksimalkan sampah menjadi barang yang lebih berguna dan tidak hanya dibuang begitu saja. Rodjo 02 juga berharap setiap kafe di Kota Malang memiliki kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan melalui aksi-aksi kecil nan sederhana seperti memilah sampah. #yukpilahsampahdarikafe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *